Pelecehan Seksual Remaja di Tempat Kerja

27 December 2012

Akhir-akhir ini remaja seringkali menjadi sasaran tindak pelecehan seksual. Penelitian yang dilakukan oleh Illiness State University menunjukkan bahwa remaja yang bekerja di tempat-tempat kecil seperti restoran, memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami pelecahan seksual dari rekan kerja yang lebih tua. 

Penelitian ini melibatkan sebanyak 116 remaja sekolah menengah. Hasilnya mengejutkan, mereka menemukan bahwa selama dua tahun terakhir ini sejumlah 54 persen remaja perempuan dan 37 persen remaja laki-laki pernah mengalami aksi pelecehan seksual di tempat kerja. Pelecahan seksual ini berupa komentar atau perilaku cabul, komentar yang melecehkan jenis kelamin, komentar dan lelucon yang berbau seks, serta pemaksaan seksual. 

“Kami menduga bahwa remaja lebih sering dijadikan target daripada orang dewasa karena status mereka yang lebih rendah dan adanya kekuasaan di tempat kerja,” ujar Kimberly Schneider, peneliti yang juga assisten professor, seperti dikutip Business News Daily, Kamis (27/12/2012).

Selain itu, dia menambahkan, kebanyakan dari remaja tersebut takut untuk melaporkan tindak pelecahan yang mereka alami karena mungkin mereka tidak mengerti tentang prosedur pelaporannya.

Penelitian tersebut menemukan bahwa pelecehan tersebut menyebabkan kemampuan kerja yang lebih rendah. Terutama bagi remaja perempuan, hal ini dapat menyebabkan mereka sulit untuk mengembangkan keterampilan. Dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin hal tersebut juga akan mempengaruhi kinerja belajar mereka di sekolah dan pandangan mereka terhadap pengalaman kerja di masa depan.

Studi ini jua menunjukkan bahwa remaja yang bekerja pada tempat di mana mereka bisa mengembangkan keterampilan, termasuk pekerjaan yang berarti, tidak mengalami pelecehan seksual. Sehingga kepuasan dan kinerja mereka dalam bekerja lebih besar. Dalam hal ini, rekan kerja yang lebih dewasa harus ikut berkontribusi dalam mengawasi para remaja dalam bekerja.

Untuk para pengusaha, para peneliti ini memberi saran kepada organisasi yang mempekerjakan remaja untuk membuat strategi yang bisa menanggulangi pelecahan seksual di tempat kerja. Bisa dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada para pekerja, baik remaja maupun dewasa, sehingga mereka dapat mengetahui mana perilaku yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan. Selain itu, para peneliti juga menyarankan para remaja yang menjadi korban pelecehan melaporkan hal tersebut kepada organisasi daripada mengatasinya sendiri.

“Kami mendapati bahwa baik karyawan dewasa maupun remaja, sering menyalahkan diri sendiri ketika gagal dan tidak puas dengan hasil pekerjaan mereka, dan mungkin mereka juga lebih sering terlibat dalam perilaku yang berpotensi merusak diri seperti penggunaan narkoba,” ujar Schneider. {sumber}

No comments:

Post a Comment

Lengkapi Kunjungan kamu dengan meninggalkan komen yang bisa membangun dan menginspirasi penulis.
Terima kasih!

 

Followers

Subscribe Now!

Boerhan Blogs