Fokus Hanya Pada 1 Usaha, Why Not?

17 October 2013

Sumber

Fokus pada 1 usaha, kenapa enggak???

Usaha yang fokus pada 1 hal, dapat membuat kita 100% fokus untuk mengembangkan usaha tsb, & tentunya tidak tebagi dengan yang lain... hasilnya jika kita fokus tentu akan lebih maksimal..

Yuk coba liat KFC, McDonald, Coca cola & perusahaan global lainya, gimana ya fokus mereka dapt membangun perusahaan kelas dunia?
hmmmm . . . .hebatnya mereka hanya fokus pada pengembangan 1 jenis merek aja,,

Pertanyaanya, berapa jenis merk yang kita kembangkan saat ini?
Berapa jenis usaha yang kita jalankan?
Rata-rata pengusaha Indonesia punya banyak jenis usaha, kita bisa aja eksis di negeri sendiri
tapi belum bisa eksis ditempat lain, apa kita mampu? kalo fokus kita aja terbagi... ∞ (o •͡ -̮ •͡ o)∞

Sering salah dalam mengartikan pepatah juga hobi kita, contohnya "jangan menaruh telur dalam 1 keranjang"  di maksudkan biar kita hati-hati. tapi kenyataanya menjadikan kita khawatir, jika kita hanya memiliki satu usaha aja, maka jika usaha itu rugi, kita gak memiliki cadangan penghasilan lagi, Akibatnya kita membuat usaha-usaha lain yang tidak sejenis dalam waktu bersamaan.

Kekeliruan kita berpikir menghasilkan kekhawatiran dan keraguan...
Kekhawatiran dan keraguan. Kekhawatiran dan keraguan bahwa usaha kita akan rugi ini menghasilkan kekeliruan bertindak dengan membuat usaha-usaha baru yang tidak sejenis dalam waktu bersamaan...

Bayangkan,dengan fokus yang terbagi-bagi seperti ini, bagaimana mungkin kita dapat membesarkan usaha? Apalagi sebagian dari kita masih dihantui kekhawatiran dan ketakutan akan rugi?

Contoh paling mudah adalah kepemilikan Anda terhadap kendaraan. Bayangkan, mana kendaraan yang lebih terawat, jika Anda hanya memiliki satu jenis kendaraan dibandingkan dengan jika Anda memiliki beberapa jenis kendaraan sekaligus? Tentu kendaraan yang paling terawat adalah kendaraan yang kita miliki satu-satunya. Jika kita memilki beberapa kendaraan sekaligus, dipastikan kita akan kerepotan mengurusnya. Hasilnya, tidak semua kendaraan kita bersih setiap hari. Nah, dimana posisi kita sekarang?

Hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya. Seluruh risiko ada ditangan kita, tinggal bagaimana kita mengelolanya saja. Artinya jika kita memiliki satu jenis bisnis dan fokus pada pengembangan bisnis tersebut, dipastikan risiko rugi pun akan makin menipis.

Kekuatan (Strength)

Kita tidak akan kerepotan mengurus bisnis yang kita pilih ini. Kepala kita ini hanya satu. Bisa dibayangkan jika sehari-harinya saja kita sudah harus memikirkan diri kita sendiri,keluarga, lingkungan dan bisnis. Dengan memilih satu jenis bisnis dan fokus pada pengembangan bisnis itu artinya kita akan dapat mengatasi potensi sress yang dapat berakibat buruk pada bisnis yang kita jalankan.

Kelemahan (Weakness)

Bisnis itu bukan sebuah kepastian. Masih ingat pelajaran dimuka ? Bisnis bisa naik bisa pula turun. Kekhawatiran orang bahwa berbisnis dengan satu jenis bisnis bisa membawa petaka karena jika terjadi kerugian tidak ada cadangan pendapatan bisa menjadi kenyataan. Namun kelemahan ini bisa diantisipasi dengan keterampilan kita mengelola risiko. Termasuk dalam hal ini adalah mengelola keuangan. Apapun yang terjadi, selalu sediakan simpanan cadangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga. Pemahaman bahwa bisnis itu bukan sebuah kepastian akan menjadikan kita selalu sadar dan waspada setiap saat.

Peluang (Opportunity)

Bisnis yang fokus pada satu jenis bisnis memilki peluang kesuksesan lebih besar dibandingkan dengan bisnis yang manajemennya dicampur-adukkan dengan beberapa jenis sekaligus. Lihatlah Ciputra yang dijuluki Raja Properti di Indonesia. Dalam waktu kurang dari setengah abad, kerajaan bisnis yang dibangunnya sudah mampu menjelajah sampai ke Negara-negara Asia lainnya. Apa rahasia kesuksesan Ciputra? Salah satu rahasia kesuksesannya adalah konsistensinya pada dunia bisnis property.

Ancaman (Threat)

Ancaman terbesar jenis bisnis ini adalah keserakahan sendiri selain kekhawatiran dan keraguan yang sudah diungkapkan dimuka. Seringkali kita sudah merasa berhasil dengan satu jenis bisnis sehingga kita berusaha untuk melebarkan sayap ke jenis bisnis baru. Padahal bisnis awal yang kita tekuni itu jika dilihat secara makro ukurannya masih terlalu kecil untuk dapat bertahan selama 50 tahun atau lebih. Keserakahan kita ini memang sulit diantisipasi dan dikendalikan, karena semua yang kita lakukan ini sah.

Kebutuhan Modal Finansial

Jika kita hanya mengembangkan satu jenis bisnis saja,modal finansial yang kita perlukan tidak sebanyak jika kita mengembangkan beberapa jenis bisnis sekaligus. Jika kita mengembangkan beberapa jenis bisnis sekaligus ,seringkali kita menerapkan system subsidi silang. Secara logika tidak ada yang salah dengan sistem subsidi silang ini.Namun jika dilihat dari sisi manajemen, sistem ini merugikan bagi bisnis yang sudah menghasilkan.Bayangkan jika dana yang dipakai untuk subsidi silang ini dipergunakan untuk mengembangkan bisnis yang sudah menghasilkan itu. Hasilnya jauh lebih baik dibandingkan kita gambling membesarkan bisnis yang masih baru.

Sumber
 

Followers

Subscribe Now!

Boerhan Blogs